Wisata Air Terjun Batu Dinding Kampar Kiri Hulu Riau Indonesia

air terjun batu dinding, batu dinding, bading, air terjun bading
Air terjun Batu Dinding .foto : infopku .com

Air Terjun Batu Dinding

Satu lagi tempat wisata air terjun yang ada di kabupaten Kampar, bisa di pastikan bahwa tidak banya orang yang mengetahui tentang air terjun yang ada di kabupaten kampar. 

Bagi warga riau pun, tempat wisata seperti air terjun ini, tidak begitu di kenal mereka lebih mengenal tempat wisata seperti air terjun yang berada di daerah sumatra barat ketimbang di riau sendiri.

Hal inilah yang membuat tempat wisata yang ada di riau semakin tidak ter explore, bahkan jika di suruh memilih untuk berlibur, masyarakat riau khususnya lebih memilih ke tempat yang sudah di kenal banyak orang, ketimbang harus pergi ke tempat wisata yang ada di provinsi riau.

Ya, memang di akui untuk akses ketempat wisata seperti air terjun di daerah riau sekitar, memanglah tidak semudah kita berlibur ke tempat wisata lainnya yang sudah tersohor di berbagai pelosok.

Akan tetapi, bagi para traveller yang suka akan tantangan, tempat yang jauh dan medan yang sulit dan terjal, akan menambah adrenalin semakin ber detuk kencang, seolah tak sabar ingin segera menaklukkan medan-medan yang sulit dan menantang tersebut.

Apalagi bagi kaum adam yang relatif masih muda, tentu rasa ingin meng explore dan menjelajah hutan rimba dan hutan alami jauh lebih besar ketimbang mereka yang sudah berkeluarga.

Air Terjun ini tidak terlalu tinggi, sehingga para pengunjung ada yang melakukan panjat tebing dengan berpegangan pada akar-akar di sekitaran tebing, dan melompat ke kolam bawah air terju.

Tapi kita harus berhati-hati karena, bebatuan yang ada cukup licin. Di kawasan Air terjun batu dinding ini terdapat 3 air terjun. Seperti air terjun Campuhan dan air terjun selancar.

Lokasi dan Akses ke Air Terjun Batu Dinding

Air terjun batu dinding atau sering di sebut air terjun Tanjung Belit, terletak di desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar Provinsi Riau Indonesia.

Untuk menuju ke lokasi ini, kita bisa melewati desa Lipat Kain. Jika kita pengunjung dari pekanbaru, kita akan memempuh perjalanan selama 3 jam untuk sampai ke desa Lipat Kain, dengan jarak tempuh sekitar 72 Km.

Kemudian dari lipat kain, perjalanan di lanjutkan ke desa Gema yang berjarak sekitar 27 Km, dengan lama perjalanan hampir 1 jam.

Dari desa Gema, melanjutkan perjalanan ke desa Tanjung Belit, yang berjarak sekitar 5 Km. Dan hanya sampai disinilah perjalanan menggunakan kendaraan bisa di lakukan.

Sembari menuju desa Tanjung Belit, dari desa Gema, kita akan di suguhkan dengan pemandangan yang luar biasa. Seperti Tugu Equator (Tugu Khatulistiwa), namun sayangnya tugu ini kurang terawat dan banyak sampah di sekitar tugu.

Kita juga akan melewati Desa Gunung Sahilan, di desa ini terdapat bekas istana kerajaan Gunung Sahilan yang berdiri pada tahun 1700-1941. Jika kita ingin ke istana, kita harus menysuri sungai kampar dengan rakit atau pompong, namun saat ini sudah ada jembatan.

Di desa Gema, juga terdapat pemandangan Sungai Subayang dan perbukitan yang indah. Dan di desa ini juga sering di lakukan kegiatan pramuka.

Untuk sampai ke desa Tanjung Belit dari desa Gema, jika belok ke kiri, kita akan melewati perbukitan yang terjal dan licin. Jika lewat jalan arah kanan, kita akan melewati sungai dengan menggunakan perahu pompong dengan tarif Rp. 10.000.

Setelah sampai di desa Tanjung Belit, inilah tempat terakhir yang bisa di lalui dengan kendaraan. Kendaraan bisa di titipkan di rumah-rumah warga dengan tarif parkir sekitar Rp. 3000 saja.

Kemudian perjalanan di lanjutkan dengan berjalan kaki, melewati bukit, jalur yang terjal dan licin. Dan akan memakan waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke lokasi air terjun.

Sebelum berangkat, sebaiknya kita mempersiapkan bekal yang cukup, karena di sepanjang perjalanan akan sulit kita temui seperti warung, maupun musolla.

Sesampainya di lokasi air terjun, semua rasa lelah akan terbayar, dengan melihat keindahan alam yang masih asri dan alami. Pastinya tidak akan rugi

Jika tertarik, langusng saja ke lokasi, dan jika tidak begitu mengenal medan sebaiknya kita menyewa pemandu. Dan jangan lupa untuk tidak membuang sampah sembarnagan.

Sekian informasi ini, Terima kasih...

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »